Jumat, 24 Juli 2015

Jangan Menakut Nakuti Anak

Apakah Bunda pernah menakut nakuti anak agar jadi penurut?
Mungkin itu hanya berlaku sesaat, tapi taukah bunda efeknya?
Seperti Anak saya, yang saya titipkan ke ibu asuh.
Awalnya saya tidak mengetahui, kenapa akhir akhir ini anak saya tidak mau diantar ke tempat ibu asuhnya. Padahal biasanya dia selalu menurut dan gampang jika harus berpisah dengan saya untuk ditinggal kerja.
Selidik punya selidik, ternyata anak saya ditakut takuti akan dikurung dalam kandang sapi, jika nakal.
-------------------------------------------

Awalnya, saya merasa biasa biasa aja ketika anak saya tidak mau diantar ke tempat ibu asuhnya. Saya hanya berpikir mungkin lebih interest di lingkungan rumah karena ada kakak sepupunya yang memang sedang libur sekkolah. Namun, semakin hari semakin teriak keras bila ingin diantar tempat ibu asuhnya. Setiap malam saya ajak dia ngobrol, dia hanya sedikiti cerita, bila ibu asuhnya lebih perhatian dengan anak asuhnya yang masih 1 tahun. Dan saya hanya menyimpulkan mungkin, anak saya cemburu dengan keadaan itu dan menjadi malas berada di tempat ibu asuhnya.

Esoknya, anak saya tetap ga mau diantar ke tempat ibu asuhnya. Saya masih bertanya tanya...ada apa sih sebenarnya. Apa mungkin anak saya ditelantarkan, disisihkan, tapi ibu asuhnya sudah merawat anak saya 3th, dan sudah dianggap seperti anak sendiri.
Sampai akhirnya masa liburan sudah usai, saya kira akan kembali seperti semula, anak saya akan senang diantar ke tempat ibu asuhnya. Namun, dia menunjukkan bahasa tubuh yang kurang nyaman, ketakutan, dan merasa tidak aman berada di lingkungan ibu asuhnya tersebut.

Akhirnya, setelah saya ajak ngobrol sekitar 2 minggu lebih, anak saya baru bilang, kalo ditempat ibu asuhnya, tetangga saya yang bernama Wanto telah berbicara yang membuat takut anak saya. Dia bilang, jika anak saya nakal akan dikurung dlam kandang sapinya dia. Secara anak saya begitu takut dan benar benar tidak mau lagi berada di lingkungan ibu asuhnya tersebut.

Apa sih definisi nakal? Anak anak itu bukan nakal tetapi banyak akal, kenapa harus ditakut takuti dengan cara seperti itu. Saya tidak menyangka jika anak saya akan menjadi trauma, begiru merasa bersalah saya menjadi mama. Saya membuat anak saya tidak nyaman dengan menitipkannya di ibu asuh, sementara dia disana ketakutan luar biasa.

Saya sangat meyayangkan hal ini, kenapa tetangga saya juga ikut campur dengan urusan keluarga saya. Apakah dia mampu mendidik anak anknya sendiri. kenapa harus menakut nakuti anak saya. Saya tidak habis pikir, dan sangan merasa jengkel dengan efek bruknya terhadap anak saya.

Jumat, 10 Juli 2015

Jika sudah Kehendak Allah...........

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari satu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian kami jadikan dia makhluq yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang Paling Baik" (Al-Mukminuun: 12-14)


Subhanallah......benar benar Allah Maha Kuasa
Dari penggalan Ayat Alquran diatas, tidak ada yang perlu diragukan lagi betapa Kuasa Tuhan lebih dari segalanya.

--------
Ketika itu Bulan Juni 2011, aku merasakan ada yang aneh, apada minggu pertama di setiap bulannya harusnya aku mendapatkan haidku, etapi sampai minggu kedua aku juga belum haid. Hari Jumat, aku periksakan ke dokter umum, dr. Bambang Sulistyo, dari hasil testpack beliau mengatakan ada kemungkinan hamil kemudian beliau menyarakan untuk ke bidan agar lebih jelas karena aku baru telat 2 minggu, dan beliau memberikanku resep untuk berjaga jaga agar jika aku memang hamil, kehamilanku tetap sehat karena memang sedikit flek.
Minggu pagi, bangun tidur aku sangat terkejut karena kudapati ada darah segar seperti orang haid. Secara aku bingung dan langsung memberitahukan hal ini kepada suamiku yang masih belum pulang lantaran bekerja dan mendapat shift malam. Setelah menunggu suamiku pulang, aku cerita semua, dan kami langsung pergi ke bidan, tetapi tempat praktek bidan tutup dan akan buka sore harinya.
Sore itu juga kami kembali ke bidan, dan setelah diperiksa, bidan menyatakan aku tidak hami, rahimku kosong, tidak ada janin. dan sempat bidan itu mengecheck darah yang keluar.
Tetapi, aku masih ragu dan mengatakan hasil testpacknya adalah 2 strip, yang mendakan bahwa aku positif hamil. Namun, bidan tetap mengatakan kemungkinan hanya pengaruh hormon.
Dari situ aku belum puas, kemudian aku kembali ke dokter umum yang pertama menanganiku. Ku ceritakan semua kejadian itu, kemudian dr. Bambang terlihat seperti panik dan memberikanku rujukan untuk USG.Dokter Bambang yakin jika aku memang hamil.
Kemudian aku melanjutkan pemeriksaan ke dokter SPOG, disitu aku diUSG, dan hasilnya sangat membuatku shock dan down, dokter memebrikan hasil USG dan mengatakan ada kista kecil di rahimku, dan 3 bulan lagi harus check ulang untuk mengetahui apakah kista itu membesar atau tidak. Bagaimana aku tidak down, sementara aku belum pernah hamil, belum meberikan keturunan untuk suamiku. Hancur dan sedih kala itu. Hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Allah, semoga apapun hasilnya aku tetap bisa mengandung dan melahirkan anak untuk suamiku.
Setelah dari doketr SPOG, aku kembali berkonsulatasi dengan dokter Bambang, beliau mengatakan kista pada wanita usia subur itu hal yang biasa, karena kakaknya juga seperti itu.
Pupus sudah harapanku dan suamiku, karena aku dionis tidak jadi hamil.
1 orang dokter umum, 1 bidan, 1 dokter SPOG menyatakan aku keguguran.
Aku pun merasakan hari hariku dengan tidak bersemangat, rasa lemas, mual, pusing yang kata dokter adalah efek dari hormon HCG yang masih ada dalam tubuh, hal yang biasa jika wanita keguguran.
----------
Dua bulan setelah itu, aku merasakan pusing mual dan begah. Aku juga belum mendapatkan haidku lagi. Kemudian aku kembali menggunakan testpack, dan hasilnya sungguh diluar dugaan, 2 strip!! Ya 2 strip, artinya aku hamil. Aku kembali ke dokter Bambang, namun dokter lain yang menemuiku, kemudian memberikanku rujukan ke dokter kandunagan.
Aku memutuskan untuk kembali ke dokter SPOG untuk di USG. HAsil USG menyatakan di rahimku sudah 3 bulan usia janinnya. Aku dan suamiku sempat kaget dan tidak percaya. Aku pun sedikit ketus menyela omongan dkter tersebut, bagaimana mungkin usia janinku 3 bulan sementara 2 bulan yang lalu dokter tersebut memvonisku tidak hamil dan ada kista dalam rahimku, bagaimana bila waktu itu aku diberi obat untuk menghancurkan kista dengan kemungkinan yang disebut "kista" itu adalah janinku.
Aku bersyukur kepada Allah waktu itu dokter tidak memberikanku obat macam macam, yang bisa menyakiti janinku..... Allah yang menjaga janinku aku yakin itu.
Bila kuingat setelah dokter dokter dan bidan menyatakan aku keguguran, aku tidak memperhatikan makanan dan keadaan tubuhku....aku larut dalam kesedihanku, bahkan aku sempat makan buah kelengkeng hampir 2kg, minuman berkarbonasi, buah nanas, sungguh aku ingin menghukum diriku sendiri jika tau ada janin dalam rahimku waktu itu. Calon ibu macam apa aku ini, pikirku.
Tetapi, setelah aku tau aku hamil, aku sangat memperhatikan makanan dan kondisiku, aku sangat ingin janinku berkembang dengan baik dan sehat hingga dilahirkan nanti.
----------------
Inilah janji Allah,".....Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). ...." ya benar benar tempat yang kokoh untuk janin janin yang dikenhendaki Allah.
----------------

Tri wulan pertama aku ga bisa makan dengan enak, rasanya seperti masuk angin tiap hari, pusing, mual, begah, dan waktu menginjak bulan ke 3 bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Aku yang belum tau kehamilanku, tetap berpuasa seperti orang biasa. Namun setelah tau aku hamil, aku semakin semangat berpuasa, karena aku yakin akan ada dampak positifnya untuk janinku.
Menginjak bulan ke 4, aku tetap bekerja, rasanya sudah enak ga mual, ga pusing, dan mulai ada pergerakan kecil di perutku. Selera makan pun bagus, makan buah, dan apa yang menjadi ciri khas orang hamil adalah ngidam, Alhamdulillah, semua keturutan, karena suamiku siap sedia mencarikan jika aku ingin makan sesuatu.


dan Alhamdulillah..........ini adalah anakku yang lahir di hari Jumat, 10 Februari 2012, 10.02 wib/ 17 RabiulAwal 1433 H
yang aku dan suamiku beri nama "RAFA ATHAYA PUTRISHA MAULIDA" yang artinya Kebahagiaan yang dianugrahkan Allah melalui Putri yang lahir di bulan RabiulAwal.
Berat 3.1kg, panjang 49cm, dengan persalinan normal



Senin, 06 Juli 2015

Dear Chacha

Dear Chacha sayang,

Maafin mama ya dek... tadi pagi mama udah bentak Chacha, mama menyesal...
Mama ga mau Dek Chacha mengulangi lagi...mungkin mama udah kelewatan bentak dan marahin Chacha.
Besok bangunnya lebih pagi ya nak... biar mama bisa mainan sabun sama de Chacha pas mandiin Chacha....
Mama minta maaf, Mama sayang Chacha...

----mama bangunin chacha, chacha ga bangun bangun
----mama tanya mandiin siapa? Chacha bilang mandiin mbah Jogja
----mama mau berangkat, Chacha nangis minta dimandiin mama

Mungkin itu cara Chacha minta perhatian lebih dari Mama,
Sabar ya Dek.... mama pasti akan kerja di rumah, bisa sama Chacha terus kalo udah pulang sekolah
Love U my dearest..........

Rabu, 27 Mei 2015

Maaf ya nak

Selasa 26 Mei 2015, Putrisha ku akan mengikuti PLS-Pembelajaran Luar Sekolah- yang diadakan oleh sekolahnya di Hortimart. namun sayang aku tidak bisa mendampinginya lagi agi alasan pekerjaan. Akhirnya Putrisha ku didampingi papanya. Maafin mama ya dek.... mama sebenrnya juga ingin mendampingi....
Mungkin semua yang membuatku stress, tidak sabar terhadap perilaku anakku adalah pekerjaan. Jika aku pulang kerja Putrisha selalu merajuk minta ini itu, sepertinya memang itu cara dia mendapatkan perhatian, padahal tanpa merajutpun aku akan memberikan perhatianku.
tapi entahlah semua membuat Putrisha ku kurang waktu bersamaku. Tahun depan adalah 5tahun aku di perusahaanku yang sekarang, semoga aku akan mendapatkan hari Sabtu, dalam artian setiap hari Sabtu ada libur. Sehingga aku dapat bersama Putrisha ku...

Jumat, 22 Mei 2015

Saturday


Hari Sabtu, aku sudah janji dengan Putrisha ku untuk pulang cepat hari ini. Jam kerja dari kamtor juga hanya sampai jam 12.00. Tapi sampe 13.00 aku masih ngeblog seperti ini. Kerjaan belom kelar dan ditungguin update progress nya oleh customer.

Kalo dihitung hitung sejak aku ga bekerja di perusahaan yang sama dengan suamiku, aku jadi ga punya hari Sabtu, padahal aku sangat ingin punya hari Sabtu..bisa bermain di alun alun bersama Putrisha ku, mengajaknya mengobrol...atau sekedar memanjakannya ketika mandi dengan bermain sabun.

Ahhhh berapa hari Sabtu lagi yang aku miliki....sementara Putrisha ku semakin besar...aku telah melewatkan masa masa indah saat Putrisha ku tumbuh.
Andai bisa aku ulangi waktu...setiap hari aku ingin bersama Putrisha ku tanpa harus menitipkannya pada Ibu asuh....

Chacha sayang maafin mama ya nak....LUV U

Kesenjangan Kerja....ulala............

Kesenjangan kerja, hahahaha istilah yang aku buat sendiri, tau ga sih maksudnya apaan. Jadi ceritanya aku sekantor ada beberapa temen, nah yang duduknya dekat denganku ini, saban hari internetan...facebook an lah baca artikel lah, trus yang pasti dia lebih fokus ke bisnis ol nya... yaelahhh mba..... kalo niatnya mo bisnis ol,,, resign aja keleuz.
Sebenarnya si bos juga udah tau, cuman kox ya ga diberi peringatan gitu...
Nah intinya, kesenjangan kerja itu disaat kit lagi sibuk kerja eeeeee ada yang ga kerja tapi pura pura kerja....bener bener deh...dimana coba akal sehatnya.
Harapannya si bos juga baca nih tulisan....kalo banyak yang ga setuju dengan tindakan itu

Selasa, 19 Mei 2015

Wanita Karier juga ingin merasakan menjadi Ibu Rumah Tangga

Siapa yang tidak bahagia menjadi seorang ibu. Putrisha anakku tahun ini sudah berusia 3, tetapi aku benar benar tidak bisa menjadi ibu yang baik untuknya.
Setiap pagi, Putrisha ku selalu merajuk "mama jangan kerja".

Sedih pasti, ketika harus mengantarkan Putrishaku ke tempat ibu asuhnya, sebenarnya ibu asuhnya juga sayang dengan Putrisha ku bertanggung jawab, dan bisa membantu Putrisha ku belajar. Akan tetapi, pengasuhan mama kandung pasti lebih dipilih Putrisha ku.

Masih kuingat waktu itu, Hari Sabtu, aku mengantarkan Putrisha ke tempat ibu asuhnya, tetapi dia tidak mau turun dari motor, dia bersikeras untuk memintaku jangan kerja. Dan karena aku dan Putrisha ku sama sama keras kepala, maka aku pun  meminta ibu asuhnya u ntuk memeganinya...dan aku pun berlalu dengan motor maticku, ku lihat dia menangis sambil dudukan di jalan....sakit bangitttt hatiku, sepanjang jalan ke kantor aku tak berhenti menagis...bahkan sampai di kantor ketika ada yang menyapaku aku malah menangis semakin menjadi. Terlalu sakit memang... Antara rasa bersalah dan berdosa. Bagaimana tanggung jawabku kepada Allah, Allah telah menitipkan seorang anak yang harusnya aku didik aku dedikasikan waktuku untuk mendidik dan mengasuhnya, tetapi aku tetap bekerja menjadi wanita karier.

Apa daya aku seperti tidak punya jalan lain kecuali menjalani rutinitas kerjaku, apalagi setelah perusahaan tempatku bekerja memberiku kepercayaan untuk memimpin kantor cabang yang akan dibuka di dekat rumah.

Aku rasa, Putrisha ku hanya butuh bersabar menunggu waktu, karena tahun depan mama juga sudah ngantor di rumah. Saat ini memang dalam proses legalisasi, semoga lekas selesai dan aku segera ngantor d rumah.

Ini adalah foto fotoku bersama Putrisha..., my beloved princess, love u Chacha...anak tersayang mama