Jumat, 01 April 2016

ATTITUDE

Siapa yang ga tau kata "attitude", dalam agama Islam sering disebut Akhlak. Sayapun belum bisa dikatakan mempunyai Akhlak yang sempurna seperti istri ataupun Putri Baginda Rasulullah.
Tapi please lah, setidaknya "Jenengan" yang katanya berpendidikan Strata 1, lahir di keluarga "Priyayi", berada dalam tingkat Ekonomi Menengah ke atas bahkan memang Jenengan kalangan atas, bisa sedikit memiliki Attitude diatas apa yang Jenengan miliki itu. 
Hanya masalah sepele saja koar koar seperti (maaf) orang yang tidak pernah dididik dalam keluarga "Priyayi". Saya memang lahir bukan dari keluarga "Priyayi" dalam lingkungann yang keras berbeda dengan Jenengan yang Ibunya seorang Guru, sedangkan Ibu saya hanya Karyawan Pabrik sebutannya saja hanya buruh, bukan PNS!!! Bapak saya juga hanya pekerja kasar.
Latar belakang kita saja sudah beda, lalu jika Attitude jenengan sama seperti saya atau bahkan di bawah saya mungkin kalo saya boleh memuji diri sendiri, bukankah sayang sekali iya ga. lebih Baik anak dari orang biasa tetapi Akhlaknya istimewa.
Semoga saya selalu bisa introspeksi dan memeperbaiki diri dari hal ini.


Selasa, 25 Agustus 2015

susahnya pertanyaan pertanyaan anak kecil

Ada yang sering mendapat pertanyaan yang susah dijawab oleh kita? Padahal pertanyaan itu datangnya dari seorang anak balita.
Saya punya anak balita 3.5 tahun, tapi kosakata yang dikuasai sudah banyak, memang masih 2 bahasa yang dia ketahui, Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dia ajukan ke saya ^_^

~"Mamah, Mbah Mami dimakam ngapain sih, kok kalo Chacha diajak Kakung nengok makam Mbah Mami, Mbah Maminya ga keluar, trus cuma disuruh naruh bunga sama baca Alfatekhah.
Lha mbah Mami kapan pulang? kemarin lebaran ga pulang, lamaaaa banget nungguin, apa pas Chacha ke Mbah Jogja, Mbah Mami pulang trus ga ketemu sama Chacha???"

~"Mamah, Allah tu rumahnya mana? Kox Mbah Mami ke rumah Allah lama banget, Chacha kangen"

~"Kata mama, rumah Allah tuh di atas sana jauh, Mbah Mami di rumah Allah, kan Mbah Mami di bawah tanah.... Hayooo mamah ojo ngapusi lhooo"

~"Mamah, kalo Chacha punya adek, adeknya di peurt mama? Kox bisa diperut mama gimana?"

~"Adek bayi yang diperut, keluarnya gimana?"

Dalam menghadapi seperti ini, tentunya kita tidak boleh bohong menjawab pertanyaan tersebut, karena anak anak akan merekam semua yang kita informasikan. Menjawab dengan bahasa sederhana yang bisa ditangkap anak anak tetapi tidak membohongi...begitu susyyyaaahhhhhnyooooo

Mungkin bunda bunda juga mengalami hal yang sama yaitu mendapat pertanyaan yang susah dari anak anak.



*) Mbah mami adalah, almarhumah ibu saya, anak saya memanggilnya begitu karena saya memanggil ibu saya dengan "mami"





Jumat, 21 Agustus 2015

pegawai minimarket franchise" in**m*r*t" yang tidak ramah

Belakangan ini berdirinya minimarket franchise bak jamur yang ada di musim penghujan, seringnya 2 minimarket beda nama itu pun berada berseberangan atau bersebelahan. Mererka pun berlomba lomba untuk menarik pembeli agar simpatik dan senang membeli di minimarket mereka. Namun pada kenyataannya tidak demikian. berikut adalah pengalaman saya.


Siang ini Jumat 21 Agustus 2015, sekitar pukul 12.40, aku pergi ke minimarket In**m*r*t dekat kantor, yang beralamat di Jl. Prof Suharso, (Meteseh) Tembalang.
Sesampai di minimarket, segera ku parkir motorku dan masuk ke minimarket tersebut.
Di dalam aku langsung menuju ke rak tissue, karena aku memang ingin memebeli tissue dan permen karet.
Ketika aku sedang memilih tissue, ku dengar pertengkaran si Kasir dengan Ibu Ibu, sepertinya si ibu ingin membelikan ice cream untuk anaknya, dan tidak mengerti varian ice cream tersebut yang mana, yang harganya cocok dengan harga barcode. Kemudian si Kasir menyuruh temannya mengambilkan ice cream tersebut, namun temannya pun juga tidak mengetahui.
Kemudian dengan nada yang tidak enak, si kasir itu pun bilang "Ya udah kalo ga tau! Aku ambil Sendiri" Dan dia pun beranjak dari depan komputer untuk mengambil barang yang dimaksud, sambil ku dengar ketika dia menutup cover refrigerator ice cream dengan keras karena terdengar suara "BRAKK"
Setelah transaksi selesai, Ibu yang membeli itu pun mengajak anaknya pulang sambil mengumpat.

Benar benar suasana yang tidak enak, harusnya sebagai garda depan sebuah minimarket bisa lebih sabar dan sopan tehadap customer. Karena tidak hanya saya dan ibu ibu tersebut, namun masih ada beberapa pembeli lainnya. Padahal maksud ibu itu secara tidak langsung adalah ingin diambilkan barang yang diinginkan karena memang tidak tau, dan si kasir nampaknya sedang ada problem pribadi dan dituangkan pada si ibu.
Bekerja menggunakan emosi bukan profesi.


Rabu, 29 Juli 2015

kecewa di tempat pembelian fastfood

Siapa yang tidak tau istilah FastFood, dan siapa tidak mengetahui tempat pembelian Fastfood itu sendiri. Di sebuah tempat penjual fastfood di kota aku tinggal yaitu O**VE, aku bersama suami dan anakku pergi ke situ. Sebenarnya aku tidak ingin makan malam disitu, karena menunya hanya ayam goreng dan saos, bagiku itu adalah tak lain nasi penyet ala barat.

Sampai di tempat tersebut aku langsung ke pramusaji, disitu mba nya memintaku menunggu karena ayam goreng baru akan matang 3 menit lagi. Setelah membayar, aku di beri no antrian dengan menggunakan sobekan kertas, dan aku menunggu di meja bersama anak dan sumaiku.

Setelah sekitar 5 menit kami menunggu, terlihat paramusaji tersebut mengantarkan pesanan ke meja ujung, kemudian ke meja tengah yang orderannya dibungkus, kemudian ke meja ujung lagi yang juga dibungkus, dan lalu ke meja sebelah belakangku yang juga dibungkus. lantas, ada pembeli di meja sebelahnya menanyakan bahwa pesanannya dari tadi belum diantar. Sang Pramusaji itu pun meminta maaf untuk bersabar dengan senyum dan suara manis. Kemudian aku menoleh ke meja belakangku ku lihat antrian 19, pikirku aku akan dpat pesananku sebelum meja belakangku.

Anakku sudah geger, kapan pesanannya akan diantar, merengek mengatakan bahwa dia keburu ingin makan karena melihat meja meja yang lain sudah mendapatkan pesanannya.
Kemudian sang Pramusaji mengantarkan pesanan milik orang yang menanyakan pesanannya kox lama. Sementara itu aku masih menunggu pesananku datang. Kemudian sang pramusaji itu datang dan memberikan nampan makanan itu ke meja belakangku, padahal aku sudah tau bahwa meja tersebut antriannya setelah aku.
Aku bertanya pada pramusaji itu:"Mba itu antrian berapa?"
Pramusaji:"19 bu"
Aku:"Bagaimana bisa saya antrian 18 aja belum dapat"
Pramusaji:"Iya maaf Bu, mohon tunggu sebentar"

Tak lama pramusaji itu pun datang ke mejaku, lantas aku meluapkan kekesalanku " Mba , lain kali tuh yang urut donk mba, buat apa dikasih no anrian kalo acak gitu pelayanannya."
Pramusaji:"Iya bu, maaf bu"
Tetapi aku hanya mencoba menenangkan anakku bahwa pesanannya sudah datang dan sudah bisa makan.

Sedikit kecewa memang, katanya fastfood, tetapi harus menunggu matang dulu, kalah dengan warteg memang. Begitulah.....negara kita, no antrian juga bukan solusi yang bisa diterapkan oleh pemberi solusi.

Selasa, 28 Juli 2015

think again be a carrier women

"....jika kamu bekerja mati matian untuk perusahaanmu bahkan sampai mati, maka perusahaan hanya berduka sekejap dan kemudian mencari orang lain untuk menggantikan posisi serta tugas tugasmu, dan kemudian kamu pun akan dilupakan, Lalu bagaimana dengan keluarga yang selama ini kamu korbankan demi perusahaanmu....?????"

------------------------------------------------------

Suatu ketika, aku sedang menunggui anakku bermain di alun alun. Disitu aku duduk bersama ibu ibu yang usianya di atas ku. Ibu terlihat cantik, ramah, berpendidikan dan dari pakaiannya terlihat orang yang mampu dalam ekonomi. Kami mulai mengobrol,
Si ibu: "Anaknya gendut ya mba...umur berapa?"
Aku : "3 tahun bu..."
Si ibu : "oooo tapi gede ya bandannya, ini ditinggal kerja apa dimomong sendiri?"
Aku :"saya tinggal kerja bu"
ibu:" kalo ditinggal, di rumah sama mbahe?"
Aku : " enggak bu, saya titipkan ke tetangga dari umur 7 bulan, mbahe sudah meninggal, sejak anak saya umur 2 tahun"
Ibu:"oooo,"

kemudian ibu itu seperti menunjukkan raut prihatin, kemudian kembali bicara
ibu :"dulu saya juga kerja mba, di XXXX" ibu itu menyebutkan suatu perusahaan yang saya juga tau di daerah KarangJati
Ibu:"saya dulu sudah menjadi manager, tapi....."
kemudian ibu itu berhenti bercerita...
aku pun menanyakan : "tapi apa bu?"

ibu itu melanjutkan ceritanya:"saya mengajukan resign ketika anak saya berusia 4 tahun. Saat itu adalah pilihan yang sulit bagi saya, saya baru saja diangkat menjadi manager, karier yang selama ini saya impikan, namun karena saya tidak mendapatkan pengasuh anak yang baik, makanya saya putuskan untuk resign. Padahal waktu itu suami saya juga hanya seorang karyawan seperti saya sebelumnya. bagaimana dengan financial keluarga saya, apakah akan oleng jika saya tidak membantu bekerja, sementara kebutuhan semakin banyak, dan anak saya juga mulai masuk sekolah. Tetapi saya terus berpikir, jika anak saya diasuh oleh orang yang tidak baik, bagaimana tanggung jawab saya kepada Allah, bagaimana masa depan anak saya."

Aku mulai serius mendengarkan cerita ibu itu.

Kemudian ibu itu kembali bercerita:"Ternyata sudah 4 tahun saya melewatkan waktu dengan anak, padahal disitu adalah kebahagiaan saya jauh lebih besar dibanding saya bekerja. dulu sewaktu saya akan resign, bagaimana dengan tugas2 pekerjaan saya. Ah, ternyata itu adalah pikiran berlebihan saya. Dan setelah saya resign, perusahaan juga tidak menghubungi saya lagi, perusahaan sudah menemukan pengganti saya, dan sampai sekarang saya juga sudah seperti dilupakan oleh perusahaan saya, yang dari saya belum menikah saya korbankan waktu istirahat saya, bahkan saya sempat meninggalkan anak saya untuk perjalanan dinas ke luar negeri,. Yah..begitulah mba.... tapi bagaimana dengan keluarga saya, keluarga saya sekarang lebih bahagia karena saya di rumah, meskipun kami hidup sederhana, dan akhirnya saya mulai usaha persewaan mainan ini , Alhamdulillah mba...untungnya bisa buat menyekolahkan anak saya, tahun depan anak saya lulus SMA dan ingin mendaftar di POLRI." begitu ibu itu bercerita tentang pengalamannya.

Bagaimana denganku, aku masih melewatkan waktuku untuk anakku, saat akumenulis di blog ini, anakku berada di rumah bersama bulikku. Aku berdoa semoga ada jalan untuk semua ini dan akupunya keberanian seperti ibu itu memutuskan resign dari pekerjaan dan meluangkan waktu untuk anak, karena bagaimana pun juga anak adalah segala galanya bagi orangtuanya.






Jumat, 24 Juli 2015

Jangan Menakut Nakuti Anak

Apakah Bunda pernah menakut nakuti anak agar jadi penurut?
Mungkin itu hanya berlaku sesaat, tapi taukah bunda efeknya?
Seperti Anak saya, yang saya titipkan ke ibu asuh.
Awalnya saya tidak mengetahui, kenapa akhir akhir ini anak saya tidak mau diantar ke tempat ibu asuhnya. Padahal biasanya dia selalu menurut dan gampang jika harus berpisah dengan saya untuk ditinggal kerja.
Selidik punya selidik, ternyata anak saya ditakut takuti akan dikurung dalam kandang sapi, jika nakal.
-------------------------------------------

Awalnya, saya merasa biasa biasa aja ketika anak saya tidak mau diantar ke tempat ibu asuhnya. Saya hanya berpikir mungkin lebih interest di lingkungan rumah karena ada kakak sepupunya yang memang sedang libur sekkolah. Namun, semakin hari semakin teriak keras bila ingin diantar tempat ibu asuhnya. Setiap malam saya ajak dia ngobrol, dia hanya sedikiti cerita, bila ibu asuhnya lebih perhatian dengan anak asuhnya yang masih 1 tahun. Dan saya hanya menyimpulkan mungkin, anak saya cemburu dengan keadaan itu dan menjadi malas berada di tempat ibu asuhnya.

Esoknya, anak saya tetap ga mau diantar ke tempat ibu asuhnya. Saya masih bertanya tanya...ada apa sih sebenarnya. Apa mungkin anak saya ditelantarkan, disisihkan, tapi ibu asuhnya sudah merawat anak saya 3th, dan sudah dianggap seperti anak sendiri.
Sampai akhirnya masa liburan sudah usai, saya kira akan kembali seperti semula, anak saya akan senang diantar ke tempat ibu asuhnya. Namun, dia menunjukkan bahasa tubuh yang kurang nyaman, ketakutan, dan merasa tidak aman berada di lingkungan ibu asuhnya tersebut.

Akhirnya, setelah saya ajak ngobrol sekitar 2 minggu lebih, anak saya baru bilang, kalo ditempat ibu asuhnya, tetangga saya yang bernama Wanto telah berbicara yang membuat takut anak saya. Dia bilang, jika anak saya nakal akan dikurung dlam kandang sapinya dia. Secara anak saya begitu takut dan benar benar tidak mau lagi berada di lingkungan ibu asuhnya tersebut.

Apa sih definisi nakal? Anak anak itu bukan nakal tetapi banyak akal, kenapa harus ditakut takuti dengan cara seperti itu. Saya tidak menyangka jika anak saya akan menjadi trauma, begiru merasa bersalah saya menjadi mama. Saya membuat anak saya tidak nyaman dengan menitipkannya di ibu asuh, sementara dia disana ketakutan luar biasa.

Saya sangat meyayangkan hal ini, kenapa tetangga saya juga ikut campur dengan urusan keluarga saya. Apakah dia mampu mendidik anak anknya sendiri. kenapa harus menakut nakuti anak saya. Saya tidak habis pikir, dan sangan merasa jengkel dengan efek bruknya terhadap anak saya.

Jumat, 10 Juli 2015

Jika sudah Kehendak Allah...........

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari satu sari pati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian kami jadikan dia makhluq yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang Paling Baik" (Al-Mukminuun: 12-14)


Subhanallah......benar benar Allah Maha Kuasa
Dari penggalan Ayat Alquran diatas, tidak ada yang perlu diragukan lagi betapa Kuasa Tuhan lebih dari segalanya.

--------
Ketika itu Bulan Juni 2011, aku merasakan ada yang aneh, apada minggu pertama di setiap bulannya harusnya aku mendapatkan haidku, etapi sampai minggu kedua aku juga belum haid. Hari Jumat, aku periksakan ke dokter umum, dr. Bambang Sulistyo, dari hasil testpack beliau mengatakan ada kemungkinan hamil kemudian beliau menyarakan untuk ke bidan agar lebih jelas karena aku baru telat 2 minggu, dan beliau memberikanku resep untuk berjaga jaga agar jika aku memang hamil, kehamilanku tetap sehat karena memang sedikit flek.
Minggu pagi, bangun tidur aku sangat terkejut karena kudapati ada darah segar seperti orang haid. Secara aku bingung dan langsung memberitahukan hal ini kepada suamiku yang masih belum pulang lantaran bekerja dan mendapat shift malam. Setelah menunggu suamiku pulang, aku cerita semua, dan kami langsung pergi ke bidan, tetapi tempat praktek bidan tutup dan akan buka sore harinya.
Sore itu juga kami kembali ke bidan, dan setelah diperiksa, bidan menyatakan aku tidak hami, rahimku kosong, tidak ada janin. dan sempat bidan itu mengecheck darah yang keluar.
Tetapi, aku masih ragu dan mengatakan hasil testpacknya adalah 2 strip, yang mendakan bahwa aku positif hamil. Namun, bidan tetap mengatakan kemungkinan hanya pengaruh hormon.
Dari situ aku belum puas, kemudian aku kembali ke dokter umum yang pertama menanganiku. Ku ceritakan semua kejadian itu, kemudian dr. Bambang terlihat seperti panik dan memberikanku rujukan untuk USG.Dokter Bambang yakin jika aku memang hamil.
Kemudian aku melanjutkan pemeriksaan ke dokter SPOG, disitu aku diUSG, dan hasilnya sangat membuatku shock dan down, dokter memebrikan hasil USG dan mengatakan ada kista kecil di rahimku, dan 3 bulan lagi harus check ulang untuk mengetahui apakah kista itu membesar atau tidak. Bagaimana aku tidak down, sementara aku belum pernah hamil, belum meberikan keturunan untuk suamiku. Hancur dan sedih kala itu. Hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Allah, semoga apapun hasilnya aku tetap bisa mengandung dan melahirkan anak untuk suamiku.
Setelah dari doketr SPOG, aku kembali berkonsulatasi dengan dokter Bambang, beliau mengatakan kista pada wanita usia subur itu hal yang biasa, karena kakaknya juga seperti itu.
Pupus sudah harapanku dan suamiku, karena aku dionis tidak jadi hamil.
1 orang dokter umum, 1 bidan, 1 dokter SPOG menyatakan aku keguguran.
Aku pun merasakan hari hariku dengan tidak bersemangat, rasa lemas, mual, pusing yang kata dokter adalah efek dari hormon HCG yang masih ada dalam tubuh, hal yang biasa jika wanita keguguran.
----------
Dua bulan setelah itu, aku merasakan pusing mual dan begah. Aku juga belum mendapatkan haidku lagi. Kemudian aku kembali menggunakan testpack, dan hasilnya sungguh diluar dugaan, 2 strip!! Ya 2 strip, artinya aku hamil. Aku kembali ke dokter Bambang, namun dokter lain yang menemuiku, kemudian memberikanku rujukan ke dokter kandunagan.
Aku memutuskan untuk kembali ke dokter SPOG untuk di USG. HAsil USG menyatakan di rahimku sudah 3 bulan usia janinnya. Aku dan suamiku sempat kaget dan tidak percaya. Aku pun sedikit ketus menyela omongan dkter tersebut, bagaimana mungkin usia janinku 3 bulan sementara 2 bulan yang lalu dokter tersebut memvonisku tidak hamil dan ada kista dalam rahimku, bagaimana bila waktu itu aku diberi obat untuk menghancurkan kista dengan kemungkinan yang disebut "kista" itu adalah janinku.
Aku bersyukur kepada Allah waktu itu dokter tidak memberikanku obat macam macam, yang bisa menyakiti janinku..... Allah yang menjaga janinku aku yakin itu.
Bila kuingat setelah dokter dokter dan bidan menyatakan aku keguguran, aku tidak memperhatikan makanan dan keadaan tubuhku....aku larut dalam kesedihanku, bahkan aku sempat makan buah kelengkeng hampir 2kg, minuman berkarbonasi, buah nanas, sungguh aku ingin menghukum diriku sendiri jika tau ada janin dalam rahimku waktu itu. Calon ibu macam apa aku ini, pikirku.
Tetapi, setelah aku tau aku hamil, aku sangat memperhatikan makanan dan kondisiku, aku sangat ingin janinku berkembang dengan baik dan sehat hingga dilahirkan nanti.
----------------
Inilah janji Allah,".....Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). ...." ya benar benar tempat yang kokoh untuk janin janin yang dikenhendaki Allah.
----------------

Tri wulan pertama aku ga bisa makan dengan enak, rasanya seperti masuk angin tiap hari, pusing, mual, begah, dan waktu menginjak bulan ke 3 bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Aku yang belum tau kehamilanku, tetap berpuasa seperti orang biasa. Namun setelah tau aku hamil, aku semakin semangat berpuasa, karena aku yakin akan ada dampak positifnya untuk janinku.
Menginjak bulan ke 4, aku tetap bekerja, rasanya sudah enak ga mual, ga pusing, dan mulai ada pergerakan kecil di perutku. Selera makan pun bagus, makan buah, dan apa yang menjadi ciri khas orang hamil adalah ngidam, Alhamdulillah, semua keturutan, karena suamiku siap sedia mencarikan jika aku ingin makan sesuatu.


dan Alhamdulillah..........ini adalah anakku yang lahir di hari Jumat, 10 Februari 2012, 10.02 wib/ 17 RabiulAwal 1433 H
yang aku dan suamiku beri nama "RAFA ATHAYA PUTRISHA MAULIDA" yang artinya Kebahagiaan yang dianugrahkan Allah melalui Putri yang lahir di bulan RabiulAwal.
Berat 3.1kg, panjang 49cm, dengan persalinan normal